iklan

✔ Renungan Diri

SUNARDIN

MANUSIA DAN KEHIDUPANNYA

Hadirin yang mulia....
Orang-orang beriman yaitu orang-orang cerdas, paham bahwa hidup di dunia ini tidak lama, paham bahwa orang-orang beriman itu akan hidup di alam abadi selama-lamanya. rasanya itu cukup membuat orang-orang yang beriman menyikapi dengan arif dan bijaksana, segala problem yang ada di dunia yang sesaat ini,
Allahmumma inna la nas aluka raddol qado wala kinna lutfafi.
Ya Allah, kami bukan menolak taqdirmu, taqdirmu yaitu taqdirmu, kami hanyalah makhluk yang Engkau ciptakan kami tidak berdaya, kami tidak kuasa.
Tapi.....kami mohon ya Allah, berilah pada kami, keihklasan, kesabaran, ketawaqqalan, dan ALLUTFU kecerdasan,, untuk menangkap bahasa pesan yang tersirat dibalik semua peristiwamu, dibalik semua taqdirmu.
Pada kesempatan yang baik dan mulia ini marilah kita kembali merenungi perihal asal penciptaan kita sebagai manusia, SIAPAKAH DIRI KITA YANG SEBENARNYA,,,,dari mana Allah menciptkan kita dengan sesempurna ini, dengan sebaik ini. Beda dengan bentuk dan penciptaan manusia-manusia lain.
Mari kita merujuk pada Firman Allah dalam surah al mu’minin ayat 12..

Artinya:  Dan Sesungguhnya kami Telah membuat insan dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Dan disebutkan dalam surah al Fathir ayat 11.  

Artinya:  Dan Allah membuat kau dari tanah

Hadirin yang mulia....
Dari dua potong ayat tersebut telah memperlihatkan tanggapan yang terang kepada kita semua bahwa diri kita yang selalu kita bangga-banggakan, bentuk badan yang begitu indah, kulit yang halus dan mulus, wajah yang tanpan dan elok ini, yang kita rawat dengan sebaik-baiknya.
Ternyata berasal dari zat yang awet dan hina serta garang yang tiap hari, setiap waktu kita injak-injak bahkan ketika inipun kita duduk diatasnya, yaitu Allah ciptakan kita semua dari tanah.
Sadarkah kita akan hal itu, kalau kita sudah sadar masih pantaskah kita berbangga-bangga atas segala yang kita miliki ketika ini, harta kita, jabatan dan uang kita yang bermiliaran rupiah yang kita dapatkan sakarang. Sungguh keliru kita melaksanakan hal itu, lebih keliru lagi kalau dalam kehidupan kita adan yang menghina, merendahkan yang lain alasannya yaitu status sosial tersebut, atau kah mungkin pada hari ini saja mengingat Allah.
Allah berfirman Dalam Surah Al Hujurat 11

Artinya:  Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, alasannya yaitu boleh jadi mereka yang direndahkan mereka yang dihinakan akaan lebih baik dari pada yang menghina dan merendahkan. Dana perempuan janganlah merendahkan, menghina perempuan yang lain alasannya yaitu boleh jadi perempuan yang direndahkan, dihina akan labih baik daripada yang menghina dan merendahkan itu.

Kemudian ayat selanjutnya Allah berfirman.

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kau yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kau merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.


Hadirin yang mulia....
Mari kita kembali ketika orang lain, menghina merendahkan kita, cobalah kembali koreksi diri apa yang salah dengan tingkahlaku kita, tidak usah membalas kejahatan orang, tidak usah membalas kedzoliman orang lain, kita biarkan Allah yang mengatur dan mengurus itu semua Cerita NABI DAKWAH DI TO’IF. DI TAWARKAN MALAIKAT UNTUK MENGAHANCURKAN KAUM TERSEBUT…..

Hadirin yang mulia....
Pertanyaan yang kedua yaitu dimanakah kini kita berada, bahwa hidup kita kini berada di alam dunia dan segala isinya. Kehidupan dunia dan segala isinya yaitu penentu hidup kita diakhirat kelak.  Dengan kehidupan itu telah banyak orang terjerumus di dalamnya, telah tertipu di dalamnya. Allah berfirman dalam surah Takatsur.

1 Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu,
2.  Sampai kau masuk ke dalam kubur.
3.  Janganlah begitu, kelak kau akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4.  Dan janganlah begitu, kelak kau akan Mengetahui.
5.  Janganlah begitu, jikalau kau mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6.  Niscaya kau benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7.  Dan Sesungguhnya kau benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin.
8.  Kemudian kau niscaya akan ditanyai pada hari itu perihal kenikmatan (yang kau megah-megahkan di dunia itu).

Itulah kehidupan itu dengan itu semua terkadang kita akan lupa kiprah dan kewajiban kita terhadap Allah SWT, Bahkan kita tidak sadar dengan tugas-tugas yang diberikan Allah.
Sejenak kita merenungi insiden yang terjadi ditiap waktu.bencana, badai, tsunami dll . Allah berfirman tepatnya pada surah ke 17 ayat 16....Allah berfirman.........
Waidza  arodna annuhlika qoryatan amarna mutrafiha.
Bila kami ingin menhancurkan suatu negeri,suatu kampung, suatu desa..suatu daerah.
kami perintahkan pada Mutrafiha..orang-orang yang kami kasih nikmat..para hartawan..para penguasa, untuk taat pada Allah. tapi sayang mereka tidak taat pada Allah. mereka sombong pada Allah. mereka gunakan nikmat kekuasaan, untuk mendapat kekayaan sebanyak-banyaknya. untuk kedzoliman.
Fahaqqo alaihi kaul....maka sungguh kami terjadilah pada mereka, sebagaimana kaum-kaum terdahulu. kaum nuh, kaum luth, kaum aad..kaum tsamud......
Fadammarna tadmira...maka kami hancurkan meraka sehancur-hancurnya...



Sumber http://sunardins.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "✔ Renungan Diri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel