iklan

Dampak Globalisasi Dalam Segala Bidang

1.      Bidang Pertahanan Dan Keamanan
Globalisasi yang menyajikan isu yang cepat dan akurat , juga membawa imbas bagi aspek pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia .
Dampak positif globalisasi dalam aspek pertahanan dan keamanan sanggup dilihat dengan adanya relasi kerjasama antar bangsa, khususnya bidang pertahanan dan keamanan baik kerjasama bilateral, regional. maupun internasional. Kerjasama memperkuat keamanan dan pertahanan wilayah regional, contohnya kerjasamam dengan negra-negara ASEAN dalam bidang kemiliteran, latihan perang bersama, pemberantasan jaringan narkoba, perjanjian ekstradisi, jaringan t3r0ris dan semua acara yang dianggap membahayakan negara. Misalnya saja dengan cara saling tukar isu mengenai adanya ancaman dan gangguan keamanan akan lebih cepat diketahui sehinnga sanggup diantisipasi lebih dini secara bahu-membahu sebelum meluas dan mempunyai kekauatan yang besar.

Menguatnya supremasi hokum, demokratisasi dan tuntutan dilaksanakannya HAM.
Menguatnya regulasi hokum dan pembuatan peraturan perundang-undangan untuk kepentingan rakyat.Aparat aturan dituntut lebih professional, transparan dan akuntabel.Embargo persenjataan militer. Suatu negara yang mempunyai tingkat persenjataan militer yang canggih, akan dengan gampang membatasi bahkan melarang penjualan persenjataannya kesuatu negara yang kebijakan politiknya bertentangan dengan kebijakan politik mereka.Timbulnya kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. Beberapa negara khususnya yang mempunyai letak geografis yang berdekatan, terutama yang berada dalam satu kawasan, akan berupaya untuk menjaga stabilitas pertahanan diantara negara-negara tersebut, hal ini sanggup diwujudkan dengan kolaborasi dibidang militer. Wujud konretnya, melalui tukar-menukar persenjataan militer maupun latihan perang bersama. adanya upaya setiap negara mempertahankan kedaulatan negara melalui pembuatan sistem persenjataan maupun pemberdayaan rakyat dan tentaranya. Globalisasi bidang hankam pernah dirasakan masyarakat dunia, yaitu dibentuknya pakta pertahanan NATO, SEATO, WARSAWA, dsb. Bidang hankam Indonesia selain memperkuat banyak sekali sistem persenjataan di darat, udara, dan bahari juga melaksanakan upaya keamanan rakyat semesta dan kedaulatan nasional. Negara Indonesia dalam partisipasi menjaga keamanan internasional, pernah mengirim Pasukan Garuda ke beberapa negara atas mandat Dewan Keamanan PBB.
Beberapa segi negatif imbas globalisasi terhadap keamanan dan pertahanan negara , antara lain munculnya reaksi – reaksi keras dari sebagian rakyat Indonesia terhadap insiden atau bencana yang terjadi di suatu negara yang dianggap melanggar hak asassi insan .
Ancaman disintegrasi bangsa sebab adanya imbas dan pinjaman dari negara lain, juga perlu diwasapadai.
Mengenai dampak negatif yang lain di bidang ini, globalisasi menjadikan kemajuan teknologi juga juga dipakai oleh jaringan penjahat internasional untuk beroperasi di banyak sekali negara. Penjahat-penjahat dari dalam negeri yaitu warga Negara Indonesia yang melaksanakan tindak pidana contohnya saja korupsi, makar terhadap pemerintahan negara, membunuh dan sebagainya, gampang melarikan diri ke Negara lain dan menetap di sana bahkan para penjahat politik sanggup memperoleh suaka politik. Hal ini sangat merugikan bagi bangsa Indonesia.
Penguasaan suatu kepulauan negara oleh negara lain. Akibat semakin tidak terlihatnya batas suatu negara dengan negara lain, maka suatu negara akan dengan gampang menguasai pecahan negara lain, apalagi bila negara yang bersangkutan tidak mempunyai pertahanan dan keamanan yang tangguh.

Selektif terhadap imbas globalisasi di bidang pertahanan keamanan
Isu yang dihembuskan oleh negara-negara dunia pertama (amerika serikat dan sekutunya) sekaran dibidang ini yakni t3r0risme global.
Sementara pengertian t3r0risme ini hingga kini belum ada kesamaan pandangan antar negara satu dengan lainnya didunia. Oleh sebab itu lantas ditafsirkan berdasarkan negara berikut kepentingannya masing-masing.

2.      Dampak Globalisasi di Bidang Politik

Malcolm (1995) mengungkapkan bahwa ada empat ide dasar mengenai globalisasi. Ide-ide tersebut yakni kedaulatan negara, proses penyelesaian masalah, organisasi dan relasi internasional serta budaya politik. Keempat ide tersebut berafiliasi dengan dimensi material pada suatu peningkatan dan saling berafiliasi diantara unit-unit politik yang terpisah dari masyarakat.
Kedaulatan negara dimulai dari relasi antar masyarakat hingga kebutuhan untuk mengeksiskan sumberdaya di sebuah negara dan kemungkinan pergantian konsep pemerintahan. Kekuatan demokrasi (yang dipahami sebagai kekuatan massa) menggunakan media partai sebagai corong pembelaan ideologinya. Partai sendiri mencoba untuk mengatur kesejahteraan anggota partainya masing-masing. Untuk itu perlu stabilitas politik yang mantap.
Masalah hak-hak insan (atau disebut dengan etatocentric) mengangkat kemampuan insan untuk melawan kedaulatan negara. Pelembagaan etatosentrik dari legal secara politik hingga kepada ekonomi menunjukkan kesempatan kepada porsi nilai kemanusiaan dalam pembangunan. Negara harus tunduk kepada beberapa konvensi hak asasi insan dan beberapa turunannya dalam konvensi hak PBB. Implikasinya, sebuah negara harus bersikap demokratis dan siap untuk merubah beberapa kebijakan yang melanggar etatosentrik. Internasionalisasi etatosentrik lebih cenderung membuktikan keberpihakan politik negara maju kepada negara dunia ketiga.
Kebutuhan akan agenda dan duduk masalah bersama di antara negara-negara di dunia mengerucut kepada ide untuk membentuk organisasi internasional. Konsensus dari organisasi internasional ini membawa kesadaran kolektif beberapa negara tehadap permasalahan yang dihadapinya. Pada akhirnya, jaringan organisasi dan relasi internasional lebih gampang untuk dipakai dari pada kemampuan kekuatan diplomatik antara negara.
Nilai dan budaya politik mengerucut kepada kebutuhan akan kesamaan cara pandang dalam memahami relasi antar negara. Implikasinya setiap negara kembali menguatkan tradisi nasionalnya semoga tetap bisa bersaing dalam dunia global. Kekuatan budaya negara dan bangsa akan memenangkan pertarungan dalam globalisasi ini. Untuk itu perlu kombinasi yang berpengaruh antara system kapitalisme dengan nilai demokrasi sebuah negara.

3.      Dampak  Positif  Globalisasi  Dalam  Bidang  Politik
Globalisasi yang berkembang ketika ini, telah merambah dalam segala aspek kehidupan manusia. Globalisasi menunjukkan dampak pada mulanya dimiliki secara penuh oleh suatu Negara. Akan tetapi, secara berangsur-angsur kedaulatan Negara itu mengalami pembiasaan dengan kepentingan global. Politik dan pemerintahan merupakan hak kedaulatan setiap Negara, akan tetapi dalam penyelenggaraan pemerintahannya Negara-negara lain menuntut adanya sikap keterbukaan, demokratis, dan menghormati hak-hak asasi manusia. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, higienis dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi duduk masalah sosial dan ekonomi. Meningkatnya Hubungan Diplomatik Antar Negara, lembaga negara tingkatannya menjadi sederajat, kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah,  meningkatnya ketahanan politik, transparansi, akuntabilitas dan professional dalam penyelenggaraan Negara semakin sanggup sorotan publik, semakin banyaknya lahir partai politik, LSM sebagai sponsor atau penyaluran aspirasi rakyat. 

4.      Dampak  Negatif  Globalisasi  Dalam  Bidang  Politik
Setelah adanya globalisasi pemerintahan setiap Negara di dunia yang berdaulat dalam mengatur dirinya sendiri semakin berkurang. Hal ini, dikarenakan adanya aturan-aturan gres yang telah disepakati bersama dengan lembaga-lembaga global contohnya PBB dan WTO. Campur tangan masyarakat internasional dan masuknya nilai-nilai budaya yang gres dari dunia luar memberi perubahan bidang politik dalam suatu Negara. Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi, diktator secara umum dikuasai atau tirani minoritas Timbulnya fanatisme rasial, etnis dan agama dalam lembaga dan organisasi.
Dengan masuknya nilai-nilai politik barat baik secara pribadi atau tidak pribadi menunjukkan wangsit timbulnya unjuk rasa, demonstrasi yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum. Ini memungkinkan sanggup berkembangnya paham liberalisme, terjadinya perubahan sistem ketatanegaraan, adanya Konspirasi internasional, artinya pertengkaran kekuasaan dan percaturan politik internasional selalu mengarah kepada persekongkolan.
Di periode globalisasi ini, Indonesia sehabis merebaknya nilai-nilai politik barat masuk secara pribadi atau tidak pribadi membuat lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat, dan gotong royong. Globalisasi bisa meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme sanggup membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi balasannya rasa nasionalisme bangsa akan hilang. 

5.      Pengaruh Globalisasi Pada Perkembangan Ekonomi 
Globalisasi merupakan proses dimana relasi sosial dan saling ketergantungan antarnegara dan antarmanusia menjadi semakin tidak berbatas. Sedangkan menurut  Selo Soemardjan, Globalisasi yakni terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah - kaidah yang sama. Globalisasi terjadi pada bidang informasi, ekonomi, serta budaya. Sudah semenjak usang pemerintah Indonesia menggembar - gemborkan perihal globalisasi itu sendiri. Dengan impian masyarakat dan pelaku industri siap menghadapi segala dampak dari globalisasi terutama imbas globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia.
Pasar bebas merupakan salah satu bentuk aktual dari globalisasi ekonomi. Pengaruh dari globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya yakni tumbuhnya kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia serta semakin populer diseluruh dunia produk - produk buatan Indonesia. Dengan adanya globalisasi, para pelaku ekonomi, memang dituntut untuk semakin kreatif membuat produk - produk yang tidak hanya bisa bersaing dengan sesama produk buatan dalam negeri, namun juga harus bisa bersaing dengan produk - produk dari negara lain. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah niscaya produk mereka tidak akan bisa laris di pasaran. Terlebih semenjak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang - barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk - produk buatan Indonesia.
Sebenarnya banyak pihak yang menyayangkan mengapa Indonesia ikut menandatangani CAFTA. Tidak hanya sebab dunia industri Indonesia dianggap belum siap menghadapi imbas globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia, namun juga sebab kondisi internal ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. Namun dengan alasan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang jauh tertinggal dalam bidang ekonomi bila tidak turut serta dalam perjanjian CAFTA tersebut, maka siap atau tidak, akhirnya Indonesia terlibat dalam pasar bebas Asia.
Bagi beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan materi baku import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapat materi baku dengan harga yang jauh lebih murah sebab dilakukannya perjanjian pembatalan tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan. Dengan mendapat materi baku yang murah, maka secara otomatis acara industri bisa semakin berkembang. Itu merupakan pola positif dari imbas globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia. 

6.      Dampak Globalisasi di bidang SOSIAL BUDAYA
Pengaruh Globalisasi dalam Bidang Sosial-Budaya
-          Globalisasi mengubah bentuk kehidupan keseharian kita secara mendasar.
1)      Meningkatnya Induvidualisme
Dulu, kesempatan individu untuk memilih dirinya sendiri dibatasi masyarakatnya, entahlah tradisi maupun oleh kebiasaan-kebiasaan yan berlaku. Di periode globalisasi ini, kesempatan individu untuk mengatur dan memilih yang terbaik bagi dirinya sendiri sangat terbuka lebar.
2)      Pola Kerja
Pekerjaan-pekerjaan mengarah ke periode perekonomian berbasis pengetahuan. Orang-orang sudah tidak mengandal kerja penuh di kantor, tetapi part time job. Perempuan telah masuk dunia kerja.
3)      Kebudayaan Pop
Citra, gagasan, dan gaya hidup gres menyebar dengan begitu cepat keseluruh pelosok dunia lebih daripada sebelumnya.

Dampak Globalisasi dalam bidang Sosial Budaya :
Semakin bertambah globalnya banyak sekali nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.

Dampak positif Globalisasi :
1.      Praktis memperoleh isu dan ilmu pengetahuan
2.      Praktis melaksanakan komunikasi
3.      Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4.      Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5.      Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6.      Praktis memenuhi kebutuhan

Dampak negatif Globalisasi:
1.      Informasi yang tidak tersaring
2.      Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
3.      Pemborosan pengeluaran dan menjiplak sikap yang buruk
4.      Praktis terpengaruh oleh hal yang berbau barat
5.      Adanya abrasi budaya
6.      Lenyapnya identitas cultural nasional dan local
7.      Kehilangan arah sebagai bangsa yang mempunyai jati diri.
8.      Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotism
9.      Cenderung pragmatisme dan maunya serba instant.

7.      Pengaruh Globalisasi Terhadap Teknologi Informasi Dan Komunikasi

Perkembangan teknologi isu memang sudah dirasakan sebagian besar lapisan masyarakat di planet bumi ini. Komputer, faksimile, telepon genggam, siaran televisi yang global serta satelit telah mempercepat pedoman isu menembus batas-batas negara tanpa bisa dihentikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat kini ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tid`k sanggup ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek yakni perubahan kehidupan masa depan insan yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi isu (information technology) ibarat internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara sebab ingin memperoleh keuntungan. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak sanggup dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern ketika ini dan masa depan. Kemajuan teknologi isu yang serba digital membawa orang ke dunia bisnis yang revolusioner sebab dirasakan lebih mudah, murah, simpel dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di sisi lain, berkembangnya teknologi isu menjadikan pula sisi rawan yang gelap hingga tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi isu yang berafiliasi dengan “cybercrime” atau kejahatan mayantara. Masalah kejahatan mayantara remaja ini sepatutnya mendapat perhatian semua pihak secara secama pada perkembangan teknologi isu masa depan, sebab kejahatan ini termasuk salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) bahkan dirasakan pula sebagai serious crime (kejahatan serius) dan transnational crime (kejahatan antar negara) yang selalu mengancam kehidupan warga masyarakat, bangsa dan negara berdaulat. Tindak pidana atau kejahatan ini yakni sisi paling buruk di dalam kehidupan moderen dari masyarakat isu tanggapan kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya insiden kejahatan komputer, p0rn*grafi, t3r0risme digital, “perang” isu sampah, bias informasi, h4ck3r, cracker dan sebagainya.
Itulah dampak dari globalisasi yang tak terbendung lagi. Kita tidak akan bisa mengelak dari adanya globalisasi yang sudah melampaui lintas batas negara. Dalam relasi Internasional, Globalisasi yang menjalar sedemikian cepatnya ke negara-negara lain juga akan menguatkan relasi diplomatik antar negara.Tetapi lebih dari itu semua, globalisasi juga membawa dampak yang tidak baik ibarat yang saya sebutkan di atas. Dampak itu terutama dalam bidang Teknologi isu dan komunikasi, sehingga kita sebagai mahasiswa harus pandai-pandai untuk memfilter adanya globalisasi. Yang baik kita terapkan dan yang buruk kita tinggalkan. Dalam kemajuan internet contohnya, kita sanggup menggunkannya untuk memperdalam isu dan membuka cakrawala dunia. Jangan menggunakan saluran internet untuk hal-hal yang tidak sewajarnya.

Sumber http://ockym.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dampak Globalisasi Dalam Segala Bidang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel